"Saya telah menginstruksikan pemerintah untuk mendukung sektor-sektor yang terkena dampak pandemi, menjaga pekerjaan dan menjaga daya beli keluarga yang kehilangan sumber mata pencaharian mereka," ungkap Raja Mohammed VI dalam pidato kebangsaannya pekan lalu yang disampaikan bertepatan dengan hari Perayaan Takhta.
Untuk diketahui, Perayaan Takhta di Maroko adalah hari libur nasional yang dirayakan tanggal 30 Juli setiap tahunnya. Hari tersebut adalah hari peringatan aksesi Raja ke atas takhta.
Perayaan Takhta pertama kali diadakan pada tahun 1933 untuk mengakui aksesi Mohammed V dari Maroko pada tahun 1927
Dalam pidato yang sama, Raja Mohammed VI mengakui bahwa pandemi Covid-19 membuat dampak yang tidak sedikit bagi perekonomian negara.
"Namun, saya harus mengatakan, sejujurnya, bahwa dampak dari krisis kesehatan ini akan menjadi keras, terlepas dari upaya kami untuk mengurangi dampaknya," tegas Raja Mohammed VI.
Karena itulah, dia mengajak semua warga untuk tetap beraktivitas namun juga waspada. Raja Mohammed VI juga mendorong agar solidaritas tetap terjaga sambil tetap mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan.
"Tindakan kita tidak terbatas hanya menghadapi epidemi saat ini. Kita juga bertujuan untuk mengatasi dampak sosial dan ekonomi dengan membangun pendekatan yang komprehensif dan berorientasi masa depan dan dengan mengambil pelajaran dari pengalaman ini," tambahnya.
Di sisi lain, Raja Mohammed VI juga memuji solidaritas kuat dan terjaga di antara warga Maroko dalam menghadapi pandemi virus corona.
"Meskipun krisis ini telah menunjukkan bahwa ikatan sosial di negara kita solid, dan bahwa solidaritas antara Maroko adalah fakta kehidupan, itu juga mengungkapkan sejumlah kekurangan, terutama di bidang sosial," jelasnya.
"Di antara hal tersebut adalah ukuran sektor informal, tidak memadainya jaring pengaman sosial, terutama untuk kelompok yang paling rentan, dan paparan sejumlah sektor terhadap fluktuasi eksternal," tandas Raja Mohammed VI.
BERITA TERKAIT: