US International Development Finance Corp mengatakan pada hari Selasa (28/7) bahwa mereka akan menandatangani surat minat untuk memberikan pinjaman kepada Kodak, sebuah perusahaan yang lebih dikenal dengan produk kamera dan percetakan.
Pemerintahan Trump telah berusaha meningkatkan kemampuan AS untuk memproduksi obat-obatan dan bahan bakunya, setelah pandemik Covid-19 membuka tabir ketergantungan industri farmasi AS pada China dan India untuk rantai pasokannya.
"Ini adalah awal kemerdekaan Amerika dari ketergantungan obat-obatan kami pada negara-negara asing," kata penasihat perdagangan Gedung Putih Peter Navarro dalam sebuah wawancara dengan jaringan Fox Business, seperti dikutip dari
Reuters, Rabu (29/7).
Pada bulan Mei, pemerintah memberikan kontrak senilai hingga 812 juta dolar bagi perusahaan AS baru untuk memproduksi obat-obatan dan bahan obat di negara ini.
Kodak yang berbasis di New York, yang didirikan pada 1888, memiliki kapitalisasi pasar sebesar 114,6 juta dolar AS. Pinjaman ini akan memungkinkannya untuk meluncurkan Kodak Pharmaceuticals, cabang baru perusahaan yang akan menghasilkan komponen-komponen farmasi yang penting.
Kodak, yang memiliki sejarah panjang dalam pembuatan bahan kimia yang digunakan dalam film fotografi, saat ini telah melebarkan sayapnya untuk mendukung swasembada Amerika dalam memproduksi bahan-bahan utama farmasi.
"Ketika upaya ini berhasil, 25 persen dari (bahan aktif farmasi) untuk obat generik yang kita butuhkan di Amerika Serikat akan kita dapatkan di fasilitas itu," kata Navarro.
Laporan dari
Market Watch menyebutkan, suntikan dana 765 juta dolar itu membuat saham perusahaan kamera ternama itu melonjak.