Cochabamba, sebuah kota di wilayah tengah Bolivia, menjadi area paling terpukul oleh virus corona. Pemerintah di sana membuat kuburan massal untuk memakamkan pasien-pasien yang baru saja meninggal karena virus corona. Kuuran massal itu juga dibuat di beberapa wilayah lainnya yang memiliki kasus Covid-19 yang cukup tinggi.
Seorang pengurus rumah duka di Cochabamba, Raquel Loaiza, menceritakan masyarakat yang meninggal karena sebab alami sudah dimakamkan, namun mereka yang wafat karena infeksi virus corona atau Covid-19 sedikit terbengkalai, dikutip dari
Reuters.
Sekitar 135 jenazah pasien virus corona menunggu dimakamkan. Menurut Loaiza, kesulitan memakamkan pasien meninggal karena virus corona yang sesuai protocol kesehatan, telah menimbulkan keresahan atas kemungkinan adanya infeksi baru di daerah sekitar pemakaman.
Atas dasar itulah mengapa pemerintah memilih membuat kuburan massal.
Infeksi virus corona di Bolivia pertama kali terjadi pada 10 Maret 2020. Kasus virus corona di sana mengalami kenaikan setelah aturan ruang gerak masyarakat dilonggarkan demi menghidupkan perekonomian.
BERITA TERKAIT: