Artikel tersebut diawali dengan mengutip kalimat Abraham Lincoln, presiden AS abad ke-19: "Seperti yang dikatakan Lincoln, Anda dapat membodohi beberapa orang sepanjang waktu, tetapi Anda tidak bisa membodohi semua orang sepanjang waktu."
Artikel itu juga mengutip laporan media yang mengatakan warga Amerika telah terinfeksi virus tersebut sebelum kasus pertama dikonfirmasi di Wuhan. Meski tidak ada bukti yang menunjukkan hal itu yang terjadi, seperti dikutip dari
Reuters, Minggu (10/5).
Artikel itu juga memberikan garis waktu bagaimana China telah memberikan informasi kepada komunitas internasional dengan cara yang tepat waktu, terbuka dan transparan untuk membantah tuduhan AS yang menyebut mereka lamban dalam bereaksi.
Artikel itu juga menolak kritik Barat atas penanganan Beijing terhadap kasus Li Wenliang, seorang dokter berusia 34 tahun, yang telah berusaha memberikan peringatan awal kasus virus ini.
Artikel kementerian itu mengatakan Li bukan whistlerblower dan dia tidak pernah ditangkap. Ini tentu sangat bertolak belakang dengan apa yang digembar-gemborkan pihak AS.
Selama seminggu ini Kementerian Luar Negeri China telah mengerahkan seluruh upayanya lewat briefing hariannya untuk menolak tuduhan politisi AS, terutama Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, yang selalu menyebut China telah menahan informasi tentang virus corona dan bahwa virus itu berasal dari sebuah laboratorium di kota Wuhan.
BERITA TERKAIT: