Ia menuduh administrasi pemerintahan Donald Trump telah melakukan pembalasan kepadanya ketika ia menyampaikan kekhawatiran terhadap perkembangan Covid-19.
BARDA yang ia pimpin merupakan sebuah lembaga di AS yang bertanggung jawab untuk mengembangkan obat-obatan untuk memerangi pandemik virus corona.
Pelapor pelanggaran, atau disingkat sebagai pelapor, adalah istilah bagi orang atau pihak yang merupakan karyawan, mantan karyawan, pekerja, atau anggota dari suatu institusi atau organisasi yang melaporkan suatu tindakan yang dianggap melanggar ketentuan kepada pihak yang berwenang
Rick Bright, sang whistleblower (mantan karyawan yang dipecat karena pelaporan atau aduannya yang dianggap melanggar) itu mengatakan, dalam pengaduan yang diajukan ke pengawas pemerintah bahwa ia memperingatkan tentang virus itu pada Januari dan aduan itu mendapat permusuhan dari Sekretaris Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Alex Azar dan pejabat tinggi lainnya di agensi tersebut.
Pengacara Bright berpendapat bahwa pemecatannya sebagai direktur Biomedis Penelitian Lanjutan dan Otoritas Pengembangan, sebuah divisi dari HHS, melanggar hukum federal yang melindungi pelapor pemerintah.
“Dr. Bright bertindak dengan urgensi untuk mulai mengatasi pandemi ini tetapi menghadapi perlawanan dari kepemimpinan HHS, termasuk Sekretaris Azar, yang tampaknya berniat meremehkan ancaman bencana ini, †ujar sang pengacara dalam pernyataan yang diajukan ke Kantor Penasihat Khusus A.S, seperti dikutip dari
Reuters, Selasa (5/5).
Juru bicara HHS Caitlin Oakley dalam sebuah pernyataan mengeluhkan bahwa Bright dipindahkan ke pekerjaan di mana ia dipercaya menghabiskan sekitar 1 miliar dolr AS untuk mengembangkan pengujian diagnostik.
"Kami sangat kecewa bahwa ia tidak muncul untuk bekerja atas nama rakyat Amerika dan memimpin penanganan kasus ini," kata Oakley.
Bright akan bersaksi di hadapan panel Dewan Perwakilan AS pada 14 Mei mendatang, ujar juru bicara Bright.
Sebelumnya, Bright membuat pernyataan bahwa dia diturunkan dan dipindahkan ke posisi lain salah satunya karena dia menolak dukungan atas hydroxychloroquine dan chloroquine sebagai obat untuk Covid-19.
Bright mengatakan obat-obatan tersebut kurang jelas secara ilmiah. Namun, pemerintah AS tetap mempromosikannya obat-obatan sebagai "obat mujarab".
Bright adalah seorang ahli dalam vaksin dan terapi dan menjabat sebagai Direktur BARDA pada 2016 sebelum Trump menjabat.
HHS mengatakan bulan lalu bahwa Bright telah dipindahkan ke kemitraan publik-swasta di bawah National Institutes of Health.
BERITA TERKAIT: