Trump memperingatkan bahwa China akan mendapatkan konsekuensinya jika terbukti bertanggung jawab atas pandemik virus corona baru (Covid-19) yang melanda dunia saat ini.
"Itu bisa saja dihentikan di China. Dan sekarang seluruh dunia menderita karenanya," ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Sabtu (18/4).
Setelah memberikan pernyataan itu, Trump kemudian ditanya apakah China akan diberi "balasan" atas pandemik Covid-19.
"Jika mereka secara sadar bertanggung jawab, tentu saja. Jika itu adalah kesalahan, kesalahan tetap kesalahan," ujar Trump seperti dimuat
CNA.
"Tetapi jika mereka secara sadar bertanggung jawab, ya, maka harus ada konsekuensinya," lanjut Trump.
"Apakah itu kesalahan yang lepas kendali atau itu dilakukan dengan sengaja? Itu perbedaan besar antara keduanya," imbuhnya.
Kendati begitu, apa pun kesalahan yang dilakukan oleh China, sengaja atau tidak, atas munculnya pandemik yang telah menewaskan lebih 160 ribu orang, China tetap harus tetap terbuka.
"Bagaimanapun mereka seharusnya membiarkan kita masuk. Kami meminta masuk lebih awal. Dan mereka tidak ingin kami masuk. Kurasa mereka tahu itu sesuatu yang buruk dan mereka malu," tutur Trump.
"Mereka mengatakan sedang melakukan penyelidikan. Jadi, mari kita lihat apa yang terjadi dengan investigasi mereka. Tapi kami juga melakukan investigasi," tegasnya.
Sebelumnya, pemerintahan Trump menyatakan masih ada kemungkinan bahwa virus corona baru berasal dari sebuah laboratorium dengan tingkat keamnan tertinggi di Wuhan.
Merespons hal tersebut, jurubicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian yang sebelumnya menuding militer AS mungkin memang virus corona baru ke China, kemudian menolaknya. Ia mengatakan tudingan tersebut tidak berlandaskan bukti dan ilmiah.
Selain sumber Covid-19, Trump juga meragukan angka resmi dari jumlah infeksi di China yang hanya menderita 0,33 kematian per 100 ribu orang. Di sisi lain, AS memiliki 11,24 kematian per 100 orang, Prancis 27,92 dan Spanyol 42,81.
"Jumlahnya tidak mungkin. Itu angka yang mustahil untuk didapatkan," ujar Trump.
BERITA TERKAIT: