Hal itu Mandetta sampaikan dalam konferensi pers pada Senin (6/4) untuk menanggapi spekualasi bahwa Bolsonaro akan memecat dirinya karena ketidaksepahaman dalam langkah penanganan wabah Covid-19.
Kendati begitu, ia akan tetap bekerja menangani wabah sebagai seorang dokter alih-alih pejabat pemerintahan.
“Seorang dokter tidak meninggalkan pasiennya. Kami akan melanjutkan," ujarnya seperti dimuat
Reuters.
"Pemerintah mengambil posisi baru dan akan lebih fokus (pada epidemi)," lanjutnya merujuk pada pemberlakuan isolasi dan social distancing di masyarakat.
Mandetta yang merupakan seorang dokter kerap bersitegang dengan Bolsonaro. Di mana Mandetta ingin menerapkan penguncian, sementara Bolsonaro yang menganggap remeh wabah menentang ide itu karena dapat menghambat roda perekonomian.
Sikap Mandetta yang terus keras melawan Bolsonaro membuatnya geram.
Hingga pada pekan lalu, Bolsonaro mengatakan: "Tidak seorang pun boleh lupa bahwa saya adalah presiden."
Selain berselisih dengan Mandetta, Bolsonaro juga mendapatkan kritikan dari kabinetnya. Bahkan perwira militer top di Brasil yang juga Kepala Staf Presiden, Jenderal Walter Braga menentang Bolsonaro.
BERITA TERKAIT: