Itu diungkapkan oleh Trump dalam konferensi pers harian pada Sabtu sore (4/4). Obat yang dimaksud oleh Trump adalah hydroxychloroquine.
Kepastian obat tersebut bisa mengobati Coronavirus Disease (Covid-19) masih belum terjawab. Para ilmuan masih belum menemukan efektifitas dari obat untuk malaria, radang sendi, dan lupus itu.
"Ambil itu (hydroxychloroquine)," ujar Trump.
Ia bahkan mengatakan akan menggunakan obat itu tanpa terlebih dulu bertanya kepada dokter.
Berdiri di samping Trump, penasihat kesehatan sekaligus Direktur Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional, Dr Anthony Fauci pada 24 Maret memperingatkan agar tidak menggunakan obat itu untuk menyembuhkan Covid-19.
Ketika ditanya oleh wartawan mengenai efektifitas hydroxychloroquine, Fauci mengatakan tidak ada bukti yang benar-benar menunjukkan obat itu berfungsi dengan baik.
"Jawabannya adalah tidak. Dan bukti yang anda bicarakan adalah bukti anekdotal," ungkap Fauci seperti dimuat
The Guardian.
Hampir serupa dengan Fauci, Komisioner Administrasi Makanan dan Obat-obatan (FDA), Dr Steven Hahn mengatakan para dokter hanya bisa meresepkan hydroxychloroquine dengan izin penggunaan darurat,
"Kami tidak ingin memberikan harapan palsu, tetapi kami pasti ingin memberikan harapan," katanya pada Sabtu.
BERITA TERKAIT: