Negara yang semula terdampak virus corona paling parah selain China itu, saat ini mulai menata lagi kehidupannya. Semua itu berkat kerja keras Korsel mengendalikan wabah lewat upaya penelusuran kontak pasien corona dan peraturan karantina ketat.
Kini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta bantuan kepada Korsel untuk penyediaan alat tes virus corona, melansir AFP, Rabu (25/3).
Trump menghubungi Presiden Korsel Moon Jae-in melalui telepon.
"Presiden Amerika Serikat, Trump telah mengajukan permintaan kepada kita untuk penyediaan mendesak barang-barang karantina seperti alat diagnosa," kata Moon dalam kunjungannya ke pengembang alat tes corona di Seoul, Korsel.
Dalam percakapan telepon Moon mengatakan pada Trump bahwa alat tes tersebut akan membutuhkan persetujuan dari FDA atau Badan Pengawasan Obat dan Makanan AS.
Trump meyakini ia akan mendapatkan persetujuan tersebut segera.
"Jika ada surplus domestik, saya akan mendukung sebanyak mungkin," begitu jawaban Moon kepada Trump.
Belum dketahui berapa banyak yang akan diberikan Korsel kepada AS.
Pihak Gedung Putih pun tidak menjelaskan kronologis percakapan kedua pimpinan itu.
Saat ini, angka kasus positif corona di AS mencapai lebih dari 55 ribu dan lebih dari 700 meninggal dunia.
Amerika menjadi wilayah pandemi terparah setelah China dan Italia.
BERITA TERKAIT: