"Kami bersedia bekerja sama dengan ASEAN berdasarkan konsensus yang telah dicapai untuk mempertahankan perdamaian dan stabilitas jangka panjang di LCS sesuai dengan jadwal yang ditetapkan selama tiga tahun," ujar Perdana Menteri China, Li Keqiang usai menghadiri KTT ASEAN-China, Minggu (3/11) seperti dimuat
Reuters.
Lebih lanjut, dimuat
Associated Press, Li bahkan menyambut baik kemajuan negosiasi kode etik (
code of conduct) yang bertujuan untuk mencegah konfrontasi bersenjata di LCS. Namun tidak jelas apakah China siap menandatangani CoC tersebut.
Sebelumnya, dua diplomat yang tidak ingin disebutkan identitasnya mengatakan terjadi pertemuan yang menegangkan di Vietnam baru-baru ini. Pertemuan sendiri dilandasi dengan masuknya kapal penangkap ikan yang disertai dengan penjaga pantai dan Angkatan Laut China ke wilayah sengketa.
Dengan banyaknya manuver-manuver yang dilakukan China dan masuknya kekuatan Amerika Serikat ke kawasan, menurut pakar LCS Greg Poling, pembicaraan China dan ASEAN tidak akan memberikan kemajuan yang signifikan.
"China terus melakukan pelecehan terhadap kegiatan Malaysia, Filipina, dan Vietnam selama tahun lalu. (Hal ini) menunjukkan bahwa mereka belum siap berkompromi dengan cara yang substantif. Jadi pembicaraan ini sepertinya selalu menuju masalah," pungkas Poling.
BERITA TERKAIT: