"Karena kami tidak lagi dalam posisi untuk menyediakan layanan yang aman dan dapat diandalkan bagi penumpang dalam situasi ini. Korporasi tidak punya pilihan selain membuat keputusan untuk menangguhkan layanan seluruh jaringannya, termasuk Heavy Rail, Light Rail, dan MTR bus," ujar seorang staf pada Sabtu pagi seperti dimuat
Reuters.
Lumpuhnya akses kereta ini dilakukan setelah pada unjuk rasa Jumat malam (4/10), pengunjuk membakar beberapa stasiun, termasuk kereta yang kosong, hingga melukai dua staf.
Tidak hanya stasiun, pengunjuk rasa juga diketahui mengepung cabang Bank of China (HK) di Cauceway Bank dan menghancurkan kaca di toko China Life.
Aksi pembakaran ini dilakukan setelah seorang petugas polisi di Yuen Long menembak anak remaja yang menurut keterangan polisi melemparkan bom molotov ke arahnya. Akibatnya, remaja berusia 14 tahun itu berada dalam kondisi serius.
Polisi juga menembakkan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa di hampir seluruh wilayah penting di Hong Kong seperti Causeway Bay, Sha Tin, dan Wong Tai Sin.
Selain stasiun metro, kereta api bandara dan beberapa mal juga ikut menghentikan operasinya hingga waktu yang belum ditentukan.
Informasi yang didapat dari sumber yang sama, unjuk rasa direncanakan berlanjut hingga akhir pekan dari Salisbury Garden di Kowloon.
Diketahui, unjuk rasa Hong Kong yang semakin menjadi-jadi ini sebagai respons atas diberlakukannya undang-undang darurat yang melarang menggunaan masker wajah yang bertujuan untuk menutupi identitas pengunjuk rasa.
BERITA TERKAIT: