"Untuk administrator (Lam), saya pikir yang terbaik adalah mengundurkan diri," ungkap Mahathir dalam konferensi pers seperti dimuat
Gulf Today.
Sebelumnya, pemimpin tertua di dunia dengan usia 94 tahun ini mengatakan, Lam sedang berada dalam dilema yang luar biasa. Di satu sisi, Lam harus mengikuti perintah China, namun di sisi lain Lam juga harus mendengarkan nuraninya.
"Hati nuraninya mengatakan orang Hong Kong menolak hukum (ekstradisi). Tapi di sisi lain, dia tahu konsekuensi dari menolak hukum itu," ujar Mahathir
Lebih lanjut, Mahathir mengatakan China bisa mengambil "tindakan keras" untuk mengakhiri demonstrasi yang terjadi selama hampir empat bulan terakhir ini. Menurutnya, jika mengacu pada tindakan keras Lapangan Tiananmen 1989 di Beijing, pada akhirnya China mengirim militer dan mengambil tindakan keras untuk mengakhiri demonstrasi.
"Saya pikir pada akhirnya, itulah yang akan dilakukan Tiongkok (di Hong Kong)," terang Mahathir.
Pada hari Jumat (4/10), ribuan pengunjuk rasa bertopeng turun ke jalan-jalan Hong Kong setelah pemerintah mengeluarkan peraturan darurat untuk melarang pengunjuk rasa menutupi identitasnya. Sedangkan sehari sebelumnya, pengunjuk rasa melakukan aksi karena peristiwa penembakkan seorang aktivis remaja oleh polisi.
BERITA TERKAIT: