Dalam pidatonya di sela-sela Majelis Umum PBB tahunan di New York, Menteri Luar Negeri China, Wang Yi mematahkan pandangan publik yang percaya bahwa China memiliki niat untuk melampaui Amerika Serikat sebagai kekuatan strategis. Dia menggarisbawahi bahwa negeri tirai bambu tidak sedang mencari hegemoni.
"China adalah negara berkembang yang masih jauh di belakang Amerika Serikat," kata Wang.
"China tidak memiliki niat untuk memainkan
game of throne di panggung dunia. Untuk saat ini dan di masa mendatang, Amerika Serikat masih dan akan tetap menjadi negara terkuat di dunia," tutur Wang.
Dalam kesempatan yang sama dia juga memastikan bahwa China akan menghormati kepentingan Amerika Serikat selama tidak ada ancaman ata perdagangan atau campur tangan dalam urusan internal China, termasuk terkait Hong Kong.
Dia mendesak Amerika Serikat untuk menghormati kedaulatan wilayah masing-masing, dan tidak berusaha untuk memaksakan kehendak mereka pada satu sama lain.
Wang menambahkan, untuk mempertahankan kesejahteraan Hong Kong, penting untuk menolak kekerasan dan menghormati aturan hukum.
"Kami berharap Amerika Serikat akan konsisten dalam kata-kata dan tindakannya, menghormati kedaulatan China dan menghormati upaya pemerintah Hong Kong untuk menghentikan kekerasan dan memulihkan ketertiban," tegasnya, seperti dimuat
Reuters.
BERITA TERKAIT: