Mengutip laporan
The Korea Herald, kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.04 pagi dan helikopter itu diketahui berasal dari satu batalyon di bawah Grup Penerbangan Angkatan Darat ke-15.
Saat insiden terjadi, helikopter tengah melakukan latihan prosedur darurat. Latihan tersebut mensimulasikan kondisi penerbangan abnormal serta pendaratan darurat tanpa mematikan mesin.
Militer menyatakan belum dapat dipastikan apakah kecelakaan terjadi saat helikopter kembali ke pangkalan atau ketika simulasi prosedur darurat sedang berlangsung.
Dua warrant officer berada di dalam helikopter saat kecelakaan terjadi. Keduanya dievakuasi ke rumah sakit sipil terdekat dalam kondisi henti jantung, namun kemudian dinyatakan meninggal dunia.
"Tidak ada ledakan atau kebakaran yang terkait dengan insiden tersebut," ungkap laporan militer Korea Selatan.
Pihak berwenang juga memastikan jatuhnya helikopter tidak berdampak terhadap warga sipil di sekitar.
Helikopter yang jatuh merupakan AH-1S Cobra yang mulai dioperasikan Angkatan Darat Korea Selatan pada 1991. Platform buatan Bell Helicopter asal Amerika Serikat ini kini dinilai menua, dengan masa operasional lebih dari tiga dekade.
Usai insiden tersebut, Angkatan Darat Korea Selatan menghentikan seluruh operasi helikopter AH-1S Cobra dan membentuk satuan tugas investigasi kecelakaan.
Menteri Pertahanan Korea Selatan Ahn Gyu-back, yang tengah melakukan kunjungan ke Arab Saudi, telah menerima laporan dan memerintahkan upaya pemulihan yang cepat dan menyeluruh serta langkah tindak lanjut yang diperlukan.
BERITA TERKAIT: