Pembatalan aksi sekaligus menjadi jawaban para aktivis anti pemerintah yang mengecam laporan surat kabar pemerintah China bahwa akan ada "teror berskala besar" di Hong Kong.
"Orang-orang fanatik anti-pemerintah sedang merencanakan serangan teror besar-besaran, termasuk dengan meledakkan pipa gas pada 11 September," tulis
China Daily edisi Hong Kong di halaman Facebooknya seperti yang dikutip oleh
Reuters.
China Daily bahkan menyertakan gambar serangan di menara kembar WTC, New York di samping tulisan tersebut.
Tulisan surat kabar pemerintah China tersebut juga memberikan informasi bahwa serangan 9/11 menjadi pendorong serangan yang akan dilakukan oleh aktivis Hong Kong.
China Daily berdalih bahwa informasi tersebut mereka dapatkan dari ruang obrolan
online para aktivis Hong Kong yang bocor.
Merespons hal ini, aktivis Hong Kong mengecam surat kabar tersebut. Menurut mereka, media pemerintah China tidak pernah peduli dengan kredibilitas informasi, ketika mereka mengklaim mendapatkan kabar dari media sosial atau kerabatnya, mereka akan segera menyebarkannya.
"Kami bahkan tidak perlu melakukan pengecekan fakta untuk mengetahui bahwa ini adalah berita palsu," kata seorang pengunjuk rasa, Michael yang geram dengan aksi
China Daily.