Begitu pernyataan Wakil Menteri Korea Utara Choe Son Hui yang dirilis oleh kantor berita resmi Korea Utara
KCNA pada awal pekan ini.
Dia mengatakan bahwa Korea Utara terbuka untuk melakukan diskusi komprehensif dengan Amerika Serikat pada suatu waktu dan tempat yang disepakati oleh kedua belah pihak.
Namun, dia menegaskan bahwa Amerika Serikat harus datang ke meja perundingan dengan proposal baru yang bisa menampung kepentingan Korea Utara.
"Saya ingin percaya bahwa pihak Amerika Serikat akan mengeluarkan alternatif berdasarkan metode perhitungan yang melayani kepentingan kedua belah pihak dan dapat diterima oleh kami," kata Choe, seperti dimuat ulang
Al Jazeera (Selasa, 10/9).
"Jika pihak Amerika Serikat mempermainkan skenario lama yang tidak ada hubungannya dengan metode baru pada pembicaraan tingkat kerja yang akan diadakan setelah kesulitan, kesepakatan antara kedua belah pihak mungkin akan berakhir," tambahnya.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak banyak berkomentar soal hal itu. Trump hanya menyebut bahwa pembicaraan selalu merupakan hal yang baik.
"Kita akan lihat apa yang terjadi," kata Trump, ketika ditanya wartawan mengenai hal tersebut.
Sementara itu, seorang jurubicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan bahwa sejauh ini tidak ada rencana pertemuan yang
diumumkan.