Meski telah meninggalkan Jepang, namun seperti yang diansir oleh
BBC, risiko banjir dan tanah longsor masih tinggi. Mengingat badai ini merupakan salah satu badai terkuat yang melanda Jepang selama satu dekade terakhir.
“Pemadaman listrik melanda 910.000 rumah di daerah Tokyo," ujar penyiar radio
NHK, saat langit Jepang mulai terlihat lebih cerah.
Selain listrik padam dan penerbangan yang dibatalkan, Faxai juga mengakibatkan sejumlah layanan transportasi terganggu. Seperti jalur kereta api yang ditutup selama berjam-jam.
Sebelum badai datang, pemerintah Jepang mengeluarkan imbauan tidak wajib evakuasi kepada 390.000 warga di Prefektur Kanagawa, Sizouka, dan Tokyo. Sementara pemerintah Kanagawa memperingatkan agar warganya tidak keluar rumah.
Tidak hanya fasilitas publik, Topan Faxai juga telah membuat 30 orang terluka dan seorang manula meninggal dunia setelah tertiup angin.
Topan Faxai menghantam Jepang ketika negara ini sedang menjadi tuan rumah Piala Dunia Rugby yang diperkirakan menarik 400.000 perngunjung luar negeri. Akibatnya beberapa tim Rugby dari negara lain belum bisa diterbangkan untuk bertanding.
BERITA TERKAIT: