Topan Lingling sebelumnya telah menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah Korea Selatan. Hal itu menyebabkan setidaknya tiga orang meninggal dunia dan ribuan rumah kehilangan pasokan listrik.
Topan kemudian bergerak ke utara.
Media pemerintah Korea Utara,
KCNA mengabarkan bahwa Kim memarahi pejabat terkait karena kurangnya tindakan dalam menghadapi bencana.
Dia juga mendesak para pejabat untuk menjadikan perhatian utama pada perlindungan tanaman serta bendungan dan waduk.
Selain itu, evakuasi juga dilakukan pada warga yang tinggal di daerah rawan banjir. Sedangkan infrastruktur utama seperti jembatan dan bangunan diawasi dengan ketat.
Dikabarkan
BBC, Lingling mendarat di Korea Selatan sebelumnya pada hari Sabtu dan menuju utara dengan angin bertiup hingga 140 km/jam.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.