Rusia: Pengakuan Uni Eropa Pada Oposisi Venezuela Memperkeruh Krisis

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Rabu, 06 Februari 2019, 06:42 WIB
rmol news logo Rusia nengecam langkah yang diambil sejumlah negara Uni Eropa yang berusaha melegitimasi upaya untuk merebut kekuasaan di Venezuela dengan mengakui figur oposisi Juan Guaido sebagai presiden sementara.
 
"Menerapkan beberapa keputusan atau mencoba melegitimasi upaya untuk merebut kekuasaan, dalam pandangan kami, adalah campur tangan langsung dan tidak langsung dalam urusan internal Venezuela," kata jurubicara Presiden Rusia, Dmitry Peskov awal pekan ini.
 
Pernyataanya itu menanggapi langkah Inggris, Jerman, Prancis, Spanyol, dan beberapa negara Uni Eropa lainnya yang secara resmi menyebut Guaido sebagai pemimpin Venezuela yang “sah”.
 
Langkah itu terjadi setelah Presiden Venezuela Nicolas Maduro gagal mematuhi ultimatum dari negara-negara ini untuk mengumumkan pemilihan baru dalam waktu delapan hari.
 
Peskov mengatakan bahwa mendukung presiden sementara yang diproklamirkan sendiri hanya membuat penyelesaian krisis yang damai, efektif dan layak menjadi lebih sulit untuk dicapai. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA