Sumber
Russia Today dari partai politik Italia Gerakan Bintang Lima, atau M5S, menyebut bahwa Roma telah secara efektif menggagalkan pernyataan Uni Eropa yang dimaksudkan untuk mengakui Guaido sebagai pemimpin sementara Venezuela jika Presiden Nicolas Maduro gagal untuk mengadakan pemilihan cepat.
Sumber itu menyebut, Italia mengumumkan veto pada pertemuan informal para menteri luar negeri Uni Eropa yang dimulai pada 31 Januari di Rumania.
Parlemen Eropa sendiri adalah badan Eropa pertama yang mengakui Guaido sebagai satu-satunya presiden sementara Venezuela yang sah sampai pemilihan presiden baru yang bebas, transparan dan kredibel dapat digelar untuk memulihkan demokrasi.
Parlemen Eropa mendesak Uni Eropa untuk mengikuti pengakuan serupa, tetapi upaya itu terhenti karena perselisihan internal.
Sejumlah negara Eropa secara terpisah mengakui kepala oposisi sebagai penjabat presiden Venezuela, termasuk Inggris, Perancis, Swedia, Spanyol, dan Austria.
Sementara itu Presiden Venezuela Nicolas Maduro dengan tegas menolak ultimatum Uni Eropa untuk mengadakan pemilihan cepat. Tetapi dia berjanji untuk mendorong reformasi politik.
Dia menyarankan agar pemilihan parlemen diadakan lebih awal dari tahun 2020, dengan alasan bahwa Majelis Nasional, yang merupakan badan legislatif yang didominasi oleh oposisi dan dipimpin oleh Guaido, perlu dilegitimasi ulang.
[mel]
BERITA TERKAIT: