Begitu kata Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhir pekan kemarin. Hal tersebut diungkapkan dalam sebuah wawancara dengan
CBS, dan dimuat ulang
Reuters.
"Tentu saja, itu (intervensi militer) adalah sesuatu yang ada, itu pilihan," kata Trump.
Dia mengklaim bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro juga pernah menghubunginya untuk meminta pertemuan beberapa bulan lalu. Namun Trump menolaknya.
"Saya menolaknya karena kami sangat jauh dalam prosesnya," klaim Trump.
Pemerintahan Trump sendiri bulan lalu mengeluarkan sanksi yang melumpuhkan pada perusahaan minyak milik negara Venezuela, PDVSA, dan merupakan sumber utama pendapatan bagi negara tersebut.
Amerika Serikat, Kanada, dan beberapa negara Amerika Latin telah menolak mengakui masa kepemimpinan kedua Maduro yang baru dilantik awal tahun ini. Negara-negara tersebut mengklaim banyak kecurangan dalam pemilu presiden tahun lalu dan lebih memilih mengakui oposisi Juan Guaido yang memproklamirkan diri sebagai pemimpin sah Venezuela.
[mel]