Asisten Kepala Polisi Irlandia Utara Mark Hamilton mengatakan bahwa ledakan itu sendiri terjadi pada malam hari di luar gedung pengadilan kota.
"Untungnya (ledakan) itu tidak membunuh siapa pun. Tetapi jelas itu adalah upaya yang sangat signifikan untuk membunuh orang di sini di komunitas ini," katanya.
Dia menambahkan bahwa kejadian bermula saat petugas patroli melihat kendaraan mencurigakan di tempat kejadian Sabtu malam kemarin, kemudian menerima peringatan lima menit kemudian bahwa perangkat telah ditinggalkan di sana.
"Kami segera pindah untuk mulai mengevakuasi orang-orang dari gedung-gedung terdekat termasuk ratusan tamu hotel, 150 orang dari Masonic Hall dan sejumlah besar anak-anak dari klub pemuda gereja," kata Hamilton.
Ketika ledakan terjadi, sambungnya, kendaraan pengiriman pizza benar-benar hancur oleh ledakan hanya sepuluh menit setelah itu. Tidak ada yang terluka dalam ledakan itu.
Hamilton mengatakan bahwa fokus utama investigasi adalah pada kelompok Tentara Republik Irlandia (IRA) Baru, yang merupakan salah satu dari sejumlah kecil kelompok yang menentang perjanjian damai tahun 1998 yang sebagian besar mengakhiri tiga dekade kekerasan di provinsi yang dikelola Inggris. Mereka telah melakukan serangan sporadis dalam beberapa tahun terakhir.
Hamilton mengatakan dia pikir serangan itu menandai kelanjutan dari kampanye militan, bukan eskalasi.
"IRA Baru, seperti sebagian besar kelompok republik pembangkang di Irlandia Utara, kecil, sebagian besar tidak representatif, dan hanya bertekad untuk menyeret orang kembali ke tempat yang tidak mereka inginkan," sambungnya, seperti dimuat
Reuters.
[mel]