Dalam sebuah pidato selama upacara proklamasi, sultan berjanji untuk melayani rakyat serta untuk memperbaiki penyakit dan kegagalan.
"Warisan pemerintahan Paduka Ayahanda (ayah saya),yang menjadi saksi dari kata-kata suci 'Raja dan rakyat tidak dapat dipisahkan' dan 'Raja dan rakyatnya memiliki satu hati dan satu jiwa', akan selalu menjadi standar untuk yang dicita-citakan pemerintah saya," ujarnya, seperti dimuat
Channel News Asia.
"Sungguh, kekuatan suatu negara adalah karena raja yang memerintah, sedangkan kekuatan raja yang memerintah terletak pada pemerintahan dan rakyatnya," tegasnya.
Upacara proklamasi disaksikan oleh sekitar 1.600 tamu, yang terdiri dari keluarga kerajaan, pemimpin pemerintahan negara bagian dan pemimpin masyarakat.
Jalan utama menuju Istana Abu Bakar dihiasi dengan bendera negara Pahang di kedua sisi jalan.
Usulan untuk menunjuk Sultan Abdullah sebagai penguasa baru Pahang dibuat karena ayahnya Sultan Ahmad Shah, yang saat ini berusia 88 tahun, mengalami sakit parah.
Sedangan Sultan Pahang akan mengisi posisi Raja Malaysia yang kosong setelah Sultan Muhammad V memilih mundur hanya setelah hanya dua tahun di atas takhta.
Sultan Abdullah yang lahir pada 30 Juli 1959 adalah anak keempat dan putra tertua Sultan Ahmad Shah dan almarhum Tengku Afzani Tengku Muhammad.
[mel]
BERITA TERKAIT: