Maduro: Presiden Brazil Adalah Hitler Modern!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Selasa, 15 Januari 2019, 04:37 WIB
Maduro: Presiden Brazil Adalah Hitler Modern<i>!</i>
Nicolas Maduro/Net
rmol news logo Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyebut bahwa Presiden Brazil, Jair Bolsonaro merupakan seorang Adolf Hitler modern. Hal itu dikatakan Maduro selang beberapa hari setelah Brazil secara resmi mengakui pemimpin oposisi Venezuela sebagai kepala negara Venezuela.

Pemerintah Brazil pada akhir pekan kemarin diketahui mengatakan pihaknya mengakui Juan Guaido, kepala Kongres yang dijalankan oposisi Venezuela, sebagai presiden yang sah setelah Maduro diambil sumpah untuk masa jabatan keduanya pekan lalu.

Menanggapi hal tersebut, Maduro mengeluarkan kecaman keras.

"Di sana kita punya Brazil di tangan seorang fasis. Bolsonaro adalah Hitler dari era modern!" Kata Maduro saat pidato kenegaraan awal pekan ini (Senin, 14/1).

"Mari kita serahkan tugas Bolsonaro kepada orang-orang hebat di Brazil, yang akan berjuang dan merawatnya," tambahnya, seperti dimuat Reuters.

Belum ada balasan dari pihak Brazil atas pernyataan Maduro tersebut.
Pengakuan Brazil tersebut dibuat setelah sehari sebelumnya, Guaido mengatakan dia bersedia menjadi presiden setelah para pemimpin oposisi mengatakan masa jabatan kedua Maduro tidak sah karena pemilihan umum yang diboikot pada tahun 2018 dan diklaim dicurangi demi kepentingannya.

Guaido sendiri belum pernah menyatakan bahwa dirinya adalah presiden Venezuela.
Sementara itu, Bolsonaro sendiri baru menjabat sebagai orang nomor satu Brazil awal tahun ini. Dia merupakan sosol yang tidak lepas dari kontroversi. Gaya bicara Bolsonaro yang blak-blakan dan sikapnya yang membela aturan hukum, mampu menarik simpati banyak kalangan yang menyalahkan kaum kiri atas terjadinya korupsi dan krisis ekonomi.

Pada 2011, dia berkata kepada majalah Playboy bahwa dia akan  tidak mampu mencintai putranya jika gay dan dia lebih suka melihat putranya tewas dalam kecelakaan.

Kemudian pada tahun 2015, dia dikenai sanksi denda lantaran berkata dalam sebuah wawancara dengan surat kabar bahwa anggota Kongres, Maria do Rosario tidak pantas diperkosa karena dia sangat jelek. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA