Langkah-langkah yang direncanakan tersebut akan mulai berlaku pada beberapa minggu mendatang setelah disetujui oleh kabinet Israel. Langkah itu dikritik tajam oleh para pemimpin dan aktivis Palestina yang menyebut mereka sebagai eskalasi pelanggaran HAM oleh Israel.
Al Jazeera pada Kammis (3/1) memuat, rencana itu, juga akan melihat penjara menghapus hak memasak dan membatasi akses tahanan ke televisi serta memblokir dana untuk Otoritas Palestina.
Dia menambahkan, kunjungan keluarga telah dihentikan karena para tahanan yang berafiliasi dengan gerakan Palestina, Hamas.
"Rencana itu juga termasuk mencegah anggota Knesset (parlemen Israel) mengunjungi tahanan Palestina," tambah Erdan.
Bukan hanyua itu, sambungnya, kebijakan memisahkan tahanan Hamas dari mereka yang berafiliasi dengan faksi Palestina Fatah juga akan berakhir. Dia menilai bahwa menahan narapidana di sel berdasarkan afiliasi organisasi mengakibatkan mereka semakin memperkuat identitas organisasi mereka.
Selain itu juga akan ada batas yang jelas pada jumlah air yang dikonsumsi seorang tahanan setiap hari, termasuk pada berapa kali mereka diizinkan mandi.
[mel]
BERITA TERKAIT: