Polisi menembakkan gas air mata dan menggunakan meriam air untuk membubarkan kerumunan besar pemrotes di ibukota negara bagian Thiruvananthapuram. Di beberapa kota lain di negara bagian itu, protes serupa juga dilakukan.
Diketahui bahwa Mahkamah Agung India pada bulan September 2018 lalu memerintahkan pencabutan larangan perempuan atau gadis usia menstruasi memasuki Kuil Sabarimala, yang menarik jutaan jamaah dalam setahun.
Tetapi pihak kuil itu menolak untuk mematuhi peraturan dan upaya berikutnya oleh perempuan untuk mengunjunginya telah diblokir oleh ribuan umat.
Dikabarkan
Channel News Asia, pemerintah negara bagian Kerala dijalankan oleh partai-partai sayap kiri dan telah berusaha untuk mengizinkan perempuan masuk ke dalam kuil. Langkah ini menarik kritik dari kedua partai politik utama India, termasuk nasionalis Hindu Perdana Menteri Narendra Modi, Bharatiya Janata Party (BJP).
Keributan telah menempatkan masalah agama, yang bisa sangat diperdebatkan di India, tepat pada agenda politik berbulan-bulan sebelum pemilihan umum, yang dijadwalkan pada bulan Mei mendatang.
Kemungkinan lebih banyak konfrontasi dimunculkan oleh seruan dari kelompok Hindu sayap kanan di Kerala, Sabarimala Karma Samithi, yang didukung oleh BJP, untuk melakukan aksi protes di seluruh negara bagian pada hari Kamis (3/1). BJP sendiri menyerukan agar protes dilakukan dengan damai.
Sebelumnya, presiden BJP negara bagian Kerala menggambarkan kunjungan perempuan itu sebagai konspirasi oleh para penguasa ateis untuk menghancurkan kuil-kuil Hindu.
[mel]
BERITA TERKAIT: