Sejumlah pengamat politik memperkirakan bahwa pemilu kali ini akan membuat Perdana Menteri Sheikh Hasina memenangkan rekor masa jabatan keempat karena dukungan yang kuat. Namun oposisi mengklaim bahwa mereka telah dibelenggu oleh tindakan keras pemerintah dan berpotensi mengganggu jumlah dukungan.
Untuk mengamankan situasi, pihak berwenang Bangladesh mengerahkan sekitar 600.000 polisi, tentara dan pasukan keamanan lainnya menjelang pemungutan suara hari Minggu (30/12).
Pasukan yang dikerahkan juga termasuk Batalyon Aksi Cepat (RAB) elit, penjaga angkatan laut, perbatasan dan pantai dan unit polisi tambahan. Mereka ditugaskan untuk menjaga sekitar 40.000 bilik pemilihan di seluruh negara Asia Selatan itu.
"Kami telah memastikan tingkat keamanan tertinggi di Bangladesh sesuai kapasitas negara itu," kata Rafiqul Islam dari komisi pemilihan umum, seperti dimuat
AFP.
"Kami berharap akan ada suasana damai," tambahnya.
Beberapa waktu jelang pemilu, bentrokan telah mencengkeram negara berpenduduk mayoritas Muslim dengan 165 juta penduduk itu. Dalam pemilu kali ini, Liga Awami yang berkuasa dan oposisi Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) memimpin aliansi mereka sendiri.
Sepanjang masa kampanye, kerap terjadi perselisihan dan bentrok. Sejauh ini ada 13 nyawa melayang dan puluhan lainnya luka dalam bentrok antara pendukung Hasina dan aktivis BNP.
[mel]
BERITA TERKAIT: