Menurut keterangan badan bea cukai nasionalnya pekan ini, langkah tersebut dilakukan ketika dua ekonomi terbesar dunia itu akan mengadakan negosiasi di tengah gencatan akan perang perdagangan.
Dikabarkan
Russia Today, Bea Cukai China mengatakan bahwa beras Amerika Serikat yang diimpor telah melalui pemeriksaan keamanan pangan yang diperlukan.
Belum jelas jumlah beras yang akan diterima Beijing dari Washington.
Namun, China sudah mengimpor sereal yang kebanyakan dari negara-negara Asia, termasuk eksportir utamanya Vietnam dan Thailand, untuk memenuhi permintaannya yang terus meningkat.
Langkah ini dilakukan setelah lebih dari satu dekade pembicaraan tentang masalah ini. Kedua negara menandatangani kesepakatan untuk beras giling Amerika Serikat pada tahun 2017.
Menurut Federasi Padi Amerika Serikat, pada bulan April tahun ini, hampir 30 fasilitas Amerika Serikat menyelesaikan kuesioner keamanan pangan China dan sedang menunggu kunjungan inspeksi China.
"Kami percaya akses untuk beras Amerika Serikat dapat dan harus menjadi bagian dari solusi dalam pembicaraan perdagangan antara China dan Amerika Serikat," kata COO Padi Amerika Serikat, Bob Cummings pada bulan April.
Membuka pasar untuk impor beras Amerika diyakini sebagai isyarat niat baik lain dari Beijing setelah para pemimpin China dan Amerika Serikat menyepakati gencatan 90 hari.
Sejak perang perdagangan dihentikan, Beijing telah membeli lebih dari 1,5 juta ton kedelai, melanjutkan pembelian gas cair (LNG) dan mengumumkan penangguhan sementara tarif tambahan untuk kendaraan dan onderdil yang diproduksi Amerika Serikat.
[mel]
BERITA TERKAIT: