Jerman Segera Rekrut Warga Uni Eropa Untuk Pos Militer?

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Kamis, 27 Desember 2018, 20:37 WIB
Jerman Segera Rekrut Warga Uni Eropa Untuk Pos Militer?
Ilustrasi/Net
rmol news logo Selang tujuh tahun setelah Jerman membatalkan wajib militer, kepala pertahanannya pekan ini mengatakan bahwa mempekerjakan warga negara Uni Eropa di pos militer adalah sebuah pilihan.

Inspektur jenderal Angkatan Darat Eberhard Zorn mengatakan pasukan harus melihat ke segala arah di saat kurangnya personel yang memenuhi syarat, seperti dokter dan spesialis IT di tubuh militer.

Jenderal Zorn mengatakan kepada kelompok surat kabar Funke bahwa Bundeswehr membutuhkan personel dan tentara harus mendorong keras untuk generasi baru yang cocok. Meski pun begitu, warga negara Uni Eropa yang berseragam adalah "pilihan" untuk diperiksa hanya di bidang spesialis.

Di bawah undang-undang pasca Perang Dunia II, tentara di militer Jerman haruslah orang Jerman.

Sementara itu, komisioner parlemen untuk angkatan bersenjata Jemran, Hans-Peter Bartels, mengatakan merekrut warga negara Uni Eropa sudah merupakan semacam "normalitas" karena banyak tentara sudah memiliki kewarganegaraan ganda atau latar belakang imigran.

Jerman sendiri diketahui memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas militernya sebanyak 21.000 personel pada tahun 2025 mendatang.

Selain itu, Eberhard Zorn, seperti dimuat BBC (Kamis, 27/12), mengatakan bahwa dia berjanji untuk meningkatkan anggaran pertahanannya dari 1,2 persen menjadi 1,5 persen dari produk domestik bruto pada tahun 2024.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan Jerman, Ursula von der Leyen mengatakan dalam sebuah wawancara pada hari Kamis (27/12) bahwa 182.000 tentara berseragam saat ini dipekerjakan oleh militer Jerman. Jumlah ini meningkat 6.500 dalam dua tahun. Dalam tujuh tahun, jumlah itu akan mencapai 203.000 tentara.

Dia mengatakan, tentara Jerman sekarang terdiri dari 12 persen wanita dan tahun ini saja satu dari tiga orang yang melamar menjadi seorang perwira adalah seorang wanita. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA