Jurubicara pasukan khusus Tarak al-Dawass mengatakan bahwa sebuah bom mobil meledak di dekat kementerian dan mendorong pasukan keamanan untuk bergegas ke tempat kejadian.
Seorang pembom bunuh diri kemudian meledakkan dirinya di lantai dua gedung sementara seorang penyerang kedua meninggal ketika sebuah koper yang dibawanya meledak. Sedangkan penyerang ketiga, yang tidak bersenjata dan mengenakan rompi anti peluru, dibunuh oleh pasukan keamanan di luar.
Menteri Luar Negeri Tahar Siala mengatakan salah satu korban meninggal dunia adalah diplomat senior Ibrahim al-Shaibi yang memimpin departemen dalam pelayanannya.
Dikabarkan
Reuters, selang beberapa jam pasca serangan, ISIS mengklaim bertanggungjawab atas serangan itu. Dalam pernyataan yang disebar di sosial media, ISIS mengatakan bahwa serangan itu dilakukan oleh tiga "tentara kekhalifahan" yang dipersenjatai dengan sabuk bunuh diri dan senjata otomatis.
Menteri Dalam Negeri Fathi Bash Agha mengakui dalam konferensi pers bahwa "kekacauan keamanan" berkuasa di Libya dan "di luar kendali kami".
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: