Aksi tersebut, rencananya akan dilanjutkan besok (Sabtu, 22/12).
Pendukung Liga Reformasi Pajak dan Hukum Taiwan yang sama-sama mengenakan rompi kuning khas pekerja, turun ke jalanan ibukota Taipei dan bergerak di depan Kantor Kepresidenan Taiwan.
Seorang juru bicara liga mengatakan kepada
CNN bahwa aksi itu dilakukan dengan tujuan untuk menekan pemerintah Taiwan agar membuat sistem pajak lebih transparan. Kelompok ini juga memprotes Kementerian Keuangan Taiwan karena dianggap mengeluarkan kebijakan yang tidak adil dalam memungut pajak dan menunda pelaksanaan pengaturan pembebasan pajak.
Liga itu sendiri sebenarnya telah didirikan sejak tahun 2016 lalu dan telah melakukan serangkaian aksi unjuk rasa untuk menekan pemerintah. Namun baru kali ini aksi yang mereka lakukan mengenakan rompi kuning.
"Kami tersentuh oleh gerakan Perancis, dan memutuskan untuk pergi ke jalan dengan rompi kuning," kata juru bicara tersebut.
"Kami berharap bahwa (Presiden Taiwan) Tsai Ing-wen akan mendengarkan keluhan orang-orang dan memberikan konsesi seperti yang dilakukan Emmanuel Macron," sambungnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: