Pasalnya, pemerintah Perancis menganggap bahwa kelompok militan ISIS masih belum sepenuhnya musnah dari tanah Suriah. Hal itu jelas memberikan ancaman keamanan bagi Perancis.
"Untuk saat ini, tentu saja kami tinggal di Suriah karena perang melawan ISIS sangat penting," kata Menteri Eropa Nathalie Loiseau seperti dimuat
Reuters (Kamis, 20/12).
"ISIS belum dihapus dari peta dan tidak berakar. Kantung terakhir dari organisasi teroris ini harus dikalahkan secara militer sekali dan untuk selamanya," tegasnya.
Perancis sendiri merupakan anggota terkemuka koalisi pimpinan Amerika Serikat yang memerangi militan di Suriah dan Irak. Perancis menempatkan sekitar 1.000 tentara termasuk pasukan khusus yang berbasis di utara negara itu, yang dikerahkan bersama pasukan Kurdi.
Keputusan Amerika Serikat pada Rabu (19/12) untuk menarik semua tentaranya yang berjujmlah sekitar 2.000 orang dari Suriah telah membuaty Perancis terkejut. Amerika Serikat menilai bahwa penarikan pasukan itu dilakukan karena ISIS telah dikalahkan.
Perancis merupakan negara sangat sensitif terhadap ancaman ISIS setelah beberapa serangan besar terjadi di negara tersebut selmaa beberapa tahun terakhir.
[mel]
BERITA TERKAIT: