
Gedung Putih memastikan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump pernah mengatakan kepada Presiden Turki Tayyip Erdogan bahwa dia akan melihat kemungkinan untuk mengekstradisi ulama ternama Fethullan Gulen. Namun, Trump tidak membuat komitmen.
"Satu-satunya yang dia katakan adalah 'kita akan melihatnya'," kata juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders pada Selasa (18/12).
"Tidak ada yang lebih jauh pada titik ini di luar itu, tidak ada komitmen sama sekali dalam proses itu," sambungnya seperti dimuat
Reuters.
Pernyataan itu dibuat menyusul pernyataan Menteri Luar Negeri Turki yang akhir pekan lalu mengatakan bahwa Trump mengatakan kepada Erdogan di momen KTT G20 di Argentina bulan lalu bahwa Washington bekerja untuk mengekstradisi Gulen.
Gulen merupakan sosok yang paling di cari otoritas Turki terkait dengan kudeta gagal tahun 2016 lalu. Gulen dituding sebagai dalang dari kudeta tersebut.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: