Protes dilakukan atas aturan yang dinilai semakin otoriter dari nasionalis sayap kanan Viktor Orban.
Dengan menantang suhu di bawah nol, menyalakan api unggun dan melambaikan bendera Hungaria serta Uni Eropa, sekitar 10.000 demonstran berjalan dari tugu pahlawan bersejarah menuju parlemen dan kemudian ke stasiun televisi untuk menyatakan bahwa aksi itu bertajuk "Selamat Natal Tuan Perdana Menteri".
Aksi itu sebagian besar damai sampai polisi menembakkan gas air mata ke arah demonstran yang berdesakan di luar stasiun TV pada larut malam.
Demonstrasi ini diselenggarakan oleh partai-partai oposisi, mahasiswa, dan serikat pekerja untuk menuntut media gratis, penarikan hukum tenaga kerja yang meningkat lembur, dan peradilan yang independen.
"Yang saya inginkan untuk Natal adalah demokrasi," tulis salah satu spanduk, seperti dimuat
Reuters.
Ratusan polisi dengan peralatan anti huru-hara menggiring salah satu demonstrasi terbesar yang dihadapi Orban sejak dia naik ke tampuk kekuasaan pada tahun 2010. Sejak saat itu, dia mulai memegang mayoritas parlemen yang besar untuk menekan pengadilan, media dan kelompok-kelompok non-pemerintah.
[mel]
BERITA TERKAIT: