Jurubicara utama Taliban, Zabihullah Mujahid mengumumkan dalam sebuah pernyataan di Twitter bahwa hal tersebut merupakan langkah diplomatik menuju kesepakatan dasar pembicaraan untuk mengakhiri perang 17 tahun di Afghanistan.
Mujahid menambahkan, perwakilan dari Arab Saudi, Pakistan, dan UEA juga akan mengambil bagian dalam pertemuan itu.
Pertemuan itu dilakukan sebagai upaya diplomatik untuk menyelesaikan konflik Afghanistan telah meningkat, meskipun Taliban sejauh ini menolak untuk berhubungan langsung dengan pemerintah yang didukung Barat di Kabul, yang dianggap tidak sah.
Dikabarkan
Reuters, Taliban mengatakan kehadiran pasukan internasional di Afghanistan adalah hambatan utama bagi perdamaian tetapi mengatakan bahwa masalah termasuk saling pengakuan dengan pemerintah Kabul, perubahan konstitusi dan hak-hak perempuan dapat dinegosiasikan.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: