Parlemen Eropa Setujui Kesepakatan Dagang Skala Besar Dengan Jepang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Rabu, 12 Desember 2018, 22:49 WIB
rmol news logo Parlemen Eropa menyetujui sebuah perjanjian dengan Jepang yang dijuluki sebagai kesepakatan perdagangan terbesar di dunia pekan ini.

Perjanjian ini akan berlaku pada bulan Februari tahun 2019 mendatang dan dirayakan sebagai kemenangan bagi Eropa sebagai juara perdagangan bebas dalam menghadapi proteksionisme ala Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa.

"Kemitraan ekonomi kami dengan Jepang, zona perdagangan terbesar yang pernah dinegosiasikan, sekarang sangat dekat untuk menjadi kenyataan," kata Komisaris Perdagangan Uni Eropa Cecilia Malmstrom seperti dimuat AFP.

Anggota parlemen Uni Eropa memilih 474 suara banding 152 untuk mendukung kesepakatan itu.

"Kami menunjukkan bahwa untuk bagian kami, kami mendukung perdagangan terbuka tetapi diatur," bebernya,

Perjanjian Kemitraan Ekonomi Uni Eropa-Jepang ini telah dibicarakan sejak 2013. Perjanjian ini mencakup lebih dari 630 juta orang dan ekonomi yang menambahkan hingga sekitar sepertiga dari output global.

Ketika resmi diberlakukan, maka perjanjian ini akan mengatur hampir semua perdagangan antara raksasa Asia dan 27 ekonomi Uni Eropa. Perjanjian ini akan menguntungkan khususnya petani Eropa.

"Menyetujui Perjanjian Uni Eropa dan Jepang, Parlemen Eropa memberikan apa yang dibutuhkan bisnis dan warga negara dalam masa ketidakpastian politik dan ekonomi," kata Direktur Jenderal BusinessEurope Markus Beyrer.

"Perjanjian ini diproyeksikan untuk meningkatkan ekspor antara dua ekonomi sebesar 34 persen untuk Uni Eropa dan 29 persen untuk Jepang, meliberalisasi hingga 99 persen dari perdagangan bilateral," tambahnya.

"Penghapusan tarif akan menyelamatkan konsumen dan importir satu miliar euro per tahun di Uni Eropa dan akan mendukung peningkatan pekerjaan secara substansial, memaksimalkan manfaat bagi kedua perusahaan dan warga,"
 tegasnya. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA