Stasiun-stasiun televisi Jepang pada hari ini (Rabu, 12/12) menyiarkan pengumuman secara langsung saat tetua dari sebuah kuil kuno di Kyoto menulis istilah "bencana" dalam karakter kanji pada panel putih.
Pemilihan kata itu bukan tanpa alasan. Kata tersebut merupakan kata yang unggul dalam pemungutan suara tahunan publik. Warga Jepang menominasikan karakter kanji ini setelah mengalami sejumlah bencana alam sepanjang tahun 2018 ini.
Kanji Aptitude Testing Foundation yang berbasis di Kyoto telah menjalankan kompetisi untuk menentukan satu kata yang mewaki tahun, setiap tahunnya sejak 1995.
Pada tahun 2017 lalu, kata yang mewakilkan tahun adalah "utara" yang dibuat setelah peluncuran rudal Korea Utara. Kata untuk tahun 2016 adalah "emas" ketika Jepang meraih banyak prestasi di Olimpiade Rio.
Kata tahun ini yang dipilih adalah "bencana". Kata itu lebih banyak dipilih menyusul serangkaian bencana alam yang terjadi di Jepang tahun ini.
Sebut saja banjir, topan, gempa bumi dan gelombang panas pada tahun 2018. Bencana alam tersebut membawa serta penyusutan ekonomi.
Perekonomian Jepang sendiri turun 1,2 persen pada kuartal ketiga tahun ini akibat kerusakan pasca bencana alam.
Dikabarkan
BBC, Jepang diketahui mengalami sejumlah bencana alam tahun ini. Banjir menyapu banyak daerah di Jepang pada bulan Juli, menewaskan hampir 200 orang dan menyebabkan evakuasi hampir sembilan juta orang di 23 prefektur.
Di bulan yang sama setidaknya ada 65 orang meninggal dunia dalam gelombang panas yang melihat lebih dari 22.000 orang dirawat di rumah sakit.
Selain itu Jepang juga dihantam oleh Topan Jebi menyerang Jepang barat dengan kecepatan angin hingga 172 km/jam dan merupakan topan terkuat yang menghantam negara itu dalam 25 tahun.
Pulau Hokkaido utara Jepang juga dilanda gempa berkekuatan 6,7 skala Richter, yang memicu tanah longsor pada tahun 2018 ini.
[mel]
BERITA TERKAIT: