Hal itu dilakukan demi memverifikasi laporan terbaru yang menyebut bahwa ada kamp-kamp pendidikan ulang yang menahan orang Uighur dan minoritas Muslim lainnya.
"Kami telah meminta akses langsung ke wilayah tersebut untuk dapat memeriksa dan memverifikasi laporan mengkhawatirkan yang kami terima," kata Bachelet pada konferensi pers di Jenewa (Rabu, 5/12) seperti dimuat
Reuters.
Diketahui bahwa China menolak kritik atas tindakannya di Xinjiang. Pemerintah China menegaskan bahwa hal itu dilakukan untuk melindungi agama dan budaya minoritas, dan bahwa tindakan keamanannya diperlukan untuk memerangi pengaruh kelompok ekstrimis yang menghasut kekerasan di wilayah tersebut.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: