Seorang jurubicara pemerintah, Benjamin Griveaux mengatakan bahwa keadaan darurat dapat diberlakukan untuk mengatasi kerusuhan.
"Kami harus memikirkan langkah-langkah yang bisa diambil agar insiden ini tidak terjadi lagi," katanya seperti dimuat
BBC.
Protes terjadi atas kebijakan Macron menaikkan pajak bahan bakar. Mulanya aksi protes terjadi karena hal tersebut, namun kemudian berkembang menjadi protes atas biaya hidup yang tinggi hingga menuntut Macron mundur.
Aksi unjuk rasa berujung bentrok terjadi di pusat kota Paris di mana pengunjuk rasa dan polisi bentrok di Arc de Triomphe.
Lebih dari 100 orang terluka, termasuk 23 anggota pasukan keamanan dalam aksi unjuk rasa pada Sabtu (1/12).Polisi mengatakan lebih dari 400 orang ditangkap.
Macron yang baru kembali dari pertemuan G20 di Argentina pada Minggu pagi (2/12) langsung menuju ke Arc de Triomphe untuk meninjau kerusakan dan menyerukan pertemuan darurat.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: