"Memalukan pada orang-orang yang menyerang," tulisnya di akun Twitternya.
"Tidak ada tempat untuk kekerasan di Republik (Perancis)." sambungnya,
Bentrok terjadi di Champs-Elysées Parik ketika polisi menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan para demonstran.
Aksi unjuk rasa dilakukan sebagai gerakan rompi kuning dan merupakan aksi kedua yang dilakukan sejak sepekan terakhir. Aksi itu mulanya dilakukan untuk memprotes kebijakan Macron yang menaikan harga bahan bakar.
Namun aksi semakin berkembang menjadi kemarahan pada meningkatnya biaya hidup, khususnya di daerah pedesaan, dan keluhan lainnya terhadap kebijakan Macron. Salah satu tuntutan demo adalah agar Macron mundur dari jabatannya.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: