Hal tersebut justru membuat dunia menjadi tempat yang lebih berbahaya.
Jurubicara Kremlin Dmitry Peskov menekankan bahwa Rusia akan dipaksa untuk bertindak jika Amerika Serikat menarik diri dari perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) 1987.
"Karena apa artinya menghapus perjanjian INF? Ini berarti bahwa Amerika Serikat tidak menyamar, tetapi secara terbuka mulai mengembangkan sistem ini di masa depan," kata Peskov kepada wartawan pada konferensi pers di ibukota Rusia, Moskow seperti dimuat
Al Jazeera awal pekan ini.
"Dan jika sistem ini sedang dikembangkan, maka tindakan diperlukan dari negara lain, dalam hal ini Rusia, untuk memulihkan keseimbangan di bidang ini," tambahnya.
Komentar Peskov datang sebelum pembicaraan antara Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat John Bolton dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.
Untuk diketahui bahwa INF yang melarang semua rudal nuklir dan konvensional dengan kisaran 500 hingga 5.500 km, ditandatangani pada 1987 pada KTT Washington era Perang Dingin antara Presiden AS saat itu Ronald Reagan dan Sekretaris Jenderal Soviet Mikhail Gorbachev.
[mel]
BERITA TERKAIT: