"Indonesia menyambut baik dan siap untuk berbagi pengalaman dalam Konferensi Islam Internasional dan Kebijakan Ekonomi Islam Pertama di Senegal," ungkap Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam pertemuannya dengan Menteri Plan Senegal Emergent Syeikh Kante di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melalui keteragan tertulis yang diterima, Selasa (28/8).
Tujuan konferensi tersebut untuk mempromosikan nilai-nilai Islam moderat. Indonesia diundang sebab berpenduduk muslim terbesar, serta memiliki nilai-nilai Islam moderat yang melindungi hak-hak wanita, penuh toleransi dan kerja sama dalam mendukung pembangunan negara.
Selain itu di bidang ekonomi, Menlu Retno menyambut baik tawaran Menteri Kante agar Indonesia dapat berperan aktif dalam proyek-proyek di Senegal, khususnya pada bidang pertanian, infrastruktur, perumahan yang didasarkan pada equal partnership.
Guna meningkatkan hubungan bilateral kedua negara ini, rencananya Senegal akan membuka kembali Kedutaan Besar Senegal di Jakarta.
Berdasarkan data Kemlu yang diterima, hubungan kerja sama ekonomi kedua negara dalam lima tahun terakhir menunjukkan tren positif dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 11,38 persen per tahun.
Sementara nilai perdagangan pada tahun 2017 Indonesia-Senegal berhasil mencapai nilai US$ 98,54 juta. Senegal merupakan mitra kerja untuk industri produk dan jasa strategis Indonesia antara lain pesawat karya PT Dirgantara Indonesia dan Kapal Laut buatan PT PAL Indonesia.
Selain bertemu dengan Menlu Retno, Menteri Kante juga dijadwalkan untuk bertemu dengan Menko Kemaritiman RI, Menteri Perindustrian RI, Kementerian Agama RI, PT WIKA, Eximbank Indonesia, MUI, dan Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama antar Agama dan Peradaban, pertemuan itu dilakukannya selama tiga hari atau 27-30 Agustus 2018.
[lov]
BERITA TERKAIT: