Mengutip laman
Reuters, Madura berucap syukur kepada Tuhan atas keselamatan dirinya dari upaya pembunuhan tersebut.
Ia menuding Kolombia dibantu Amerika Serikat yang disebutnya kelompok sayap kanan untuk membunuhnya.
Hal itu disampaikan Maduro dalam pidato terbarunya yang disiarkan televisi beberapa jam setelah insiden
"Semua petunjuk mengarah pada upaya kelompok sayap kanan," kata Maduro.
Sejumlah pesawat drone sebelumnya meledak di sebuah acara militer saat Presiden Venezuela Nicolas Maduro tengah menyampaikan pidato.
"Presiden dan sejumlah pejabat senior yang mendampinginya berhasil selamat tanpa terluka," kata Menteri Informasi Jorge Rodriguez.
Sejumlah foto yang beredar di media sosial menunjukkan para pengawal pribadi Maduro tengah melindungi presiden dengan papan hitam anti-peluru.
[jto]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: