Butina (29) ditangkap sebeÂlum pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di HelÂsinki, Finlandia. Penangkapan Butina terkesan ditujukan untuk mengganggu pertemuan dan memanaskan situasi.
"Sepertinya FBI melakukan kerja politik ketimbang melakuÂkan kewajibannya memberangus kejahatan," kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zaharova, seperti dikutip dari
Sputniknews.com.
Tim Kedutaan Besar Rusia untuk AS menjenguk Butina di rumah tahanan, Kamis pagi (19/7). Zaharova menegaskan, pihaknya akan menempuh berÂbagai cara untuk membebaskan Butina sebagai warga Rusia.
"Kami akan melakukan seÂmua langkah yang memungÂkinkan untuk membela hak dan kepentingan warga Rusia," ujarnya.
Dokumen pengadilan menÂgungkap, Butina selama ini hidup bersama seorang warga AS berusia 56 tahun --yang disÂebut sebagai US Person 1. BuÂtina disebut menjalin hubungan pribadi dengan pria ini.
"Namun hubungan ini tidak mencerminkan hubungan kuat dengan Amerika Serikat. Sebab, Butina tampak memperlakukanÂnya sebagai aspek yang diperluÂkan dalam menjalankan aktivitasÂnya," tulis dokumen pengadilan.
Dalam sejumlah fotonya di media sosial, Butina tampak berÂpose bersama Paul Erickson, peÂgiat konservatif di South Dakota yang dalam arsip umum disebut berusia 56 tahun. "Butina telah mengutarakan ketidaksukaannya melanjutkan hidup bersama pria Amerika ini," tulis dokumen yang disita FBI.
Para jaksa penuntut menÂgatakan, Butina tampak tidak menganggap hubungannya berÂsama pria tersebut dengan serius karena setidaknya dalam satu kesempatan, dia menawarkan seorang individu selain US Person 1 hubungan seks demi jabatan di organisasi khusus.
Dokumen-dokumen persidanÂgan tidak menyebut secara rinci organisasi mana yang dimaksud. Namun, di media sosial, BuÂtina tampak kerap menghadiri acara-acara Asosiasi Senjata Api Nasional (NRA). Pengacara Butina membantah semua tuduÂhan yang diarahkan ke kliennya. ***
BERITA TERKAIT: