Gerakan Hirak terjadi antara bulan Oktober 2016 dan Juni 2017 sebagai respon atas kematian seorang pedagang ikan, Mohcibe Fikri, yang tewas tergiling mesin penghancur sampah.
Lebih dari 6.000 orang diperkirakan ikut dalam demonstrasi di Rabat.
Di Kasablanka dilaporkan demonstran mencapai jumlah 10.000 orang.
Demonstran membawa berbagai spanduk yang bertuliskan “Keadilan†dan “Bebaskan Aktivisâ€.
Pada 26 Juni lalu Pengadilan Kasablanka menjatuhkan hukuman antara 1 hingga 20 tahun untuk aktivis-aktivis Hirak. Sejak itu, gelombang demonstrasi terus terjadi.
Aktivis, politisi, bahkan Perdana Menteri Saad Eddine El Othmani ikut menyampaikan solidaritas atau memprotes keputusan pengadilan.
Pihak pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa karena Pengadilan di Maroko adalah lembaga yang independen.
Semua terdakwa, termasuk dua pentolan Gerakan Hirak, Nasser Zefzafi dan Nabil Ahamjik, memutuskan untuk mengajukan banding atas vonis itu.
Sementara seorang aktivis lainnya, Rabie E Ablaq, memilih melakukan mogok makan sejak pekan lalu.
[dem]
BERITA TERKAIT: