Latihan ini diselenggarakan sebagai persiapan untuk menghadapi berbagai kemungkinan menyusul ketegangan di timur tembok pertahanan Maroko.
Menurut edisi terakhir majalah FAR, seperti dikutip dari
Sahabat Maroko, operasi ini dilaksanakan antara 22 Maret dan 7 April.
Latihan militer Maroko ini adalah bagaian dari mobilisasi untuk merespon manuver ilegal kelompok Polisario yang didukung Aljazair.
Majalah itu menulis, FAR memobilisasi pasukannya di sebuah lingkungan yang mirip dengan lokasi ketegangan di Sahara.
Dijelaskan bahwa latihan tersebut adalah latihan gabungan semua angkatan yang berada di wilayah operasi Tafilalet.
Ketegangan di Sahara kembali terjadi menyusul aksi sepihak yang berulang kali dilakukan Polisario, termasuk apa yang mereka sebut sebagai upacara memperingati 45 tahun perlawanan mereka di Tifarriti pada 20 Mei.
Rangkaian aksi Polisario ini secara nyata dan tegas melanggar Resolusi 2414 Dewan Keamanan PBB yang meminta agar Polisario menarik diri dari upaya memindahkan fasilitas mereka ke timur tembok pertahanan Maroko, serta mendesak agar Polisario menarik diri dari Guerguerat.
Bulan April lalu, Jurubicara PBB, Stephane Dujarric, memastikan bahwa operasi militer Polisario di Tifariti adalah ilegal dan melanggar Resolusi PBB. Bahkan dalam laporannya Dujarric mengatakan bahwa Polisario sempat menyerang patroli Misi PBB untuk Sahara Barat, MINURSO, pada 16 April.
[dem]
BERITA TERKAIT: