Keputusan yang dikeluarkan Presiden Donald Trump ini bukan berarti melarang warga China berkunjung ke sana.
"Ini langkah pencegahan agar keamanan dan teknologi terbaru kita tidak dicuri dan dijiplak negara komÂpetitor," pernyataan Gedung Putih.
Pembatasan pemberian visa dan lama kunjungan dikhususkan untuk mahasiswa ilmu pengetaÂhuan dan teknologi China.
"Kami ingin memastikan teknologi termutakhir kita tidak boÂcor ke negara pesaing," jelasnya.
Pemberian batasan visa dan lamanya durasi berkunjung akan ditentukan setiap kantor konsulat dan pihak imigrasi AS. Khusus mahasiswa pascasarjana, akan dibatasi untuk visa satu tahun jika mereka belajar di bidang tertentu. Seperti robotika, penerbangan dan teknologi tinggi manufaktur.
Kebijakan baru juga menyataÂkan, warga China yang membuÂtuhkan visa akan memerlukan izin khusus dari beberapa agensi AS. Ini dikhususkan jika mereka bekerja sebagai peneliti atau manajer perusahaan pada daftar entitas DeÂpartemen Perdagangan ASyang memerlukan pengawasan lebih tinggi. Izin tersebut diperkirakan akan memakan waktu berbulan-bulan untuk setiap aplikasi.
China mendorong pemudanya untuk menempuh pendidikan tinggi di bidang teknologi ke negara maju. ***