AS Batasi Pemberian Visa Siswa China

Cegah Penjiplakan Teknologi

Kamis, 31 Mei 2018, 09:04 WIB
AS Batasi Pemberian Visa Siswa China
Foto/Net
rmol news logo Mulai 11 Juni nanti, Amerika Serikat akan membatasi pemberian visa bagi sejumlah warga China. Pembatasan ini dilakukan untuk mengurangi kemungkinan pencu­rian atau penjiplakan teknologi.

Keputusan yang dikeluarkan Presiden Donald Trump ini bukan berarti melarang warga China berkunjung ke sana.

"Ini langkah pencegahan agar keamanan dan teknologi terbaru kita tidak dicuri dan dijiplak negara kom­petitor," pernyataan Gedung Putih.

Pembatasan pemberian visa dan lama kunjungan dikhususkan untuk mahasiswa ilmu pengeta­huan dan teknologi China.

"Kami ingin memastikan teknologi termutakhir kita tidak bo­cor ke negara pesaing," jelasnya.

Pemberian batasan visa dan lamanya durasi berkunjung akan ditentukan setiap kantor konsulat dan pihak imigrasi AS. Khusus mahasiswa pascasarjana, akan dibatasi untuk visa satu tahun jika mereka belajar di bidang tertentu. Seperti robotika, penerbangan dan teknologi tinggi manufaktur.

Kebijakan baru juga menyata­kan, warga China yang membu­tuhkan visa akan memerlukan izin khusus dari beberapa agensi AS. Ini dikhususkan jika mereka bekerja sebagai peneliti atau manajer perusahaan pada daftar entitas De­partemen Perdagangan ASyang memerlukan pengawasan lebih tinggi. Izin tersebut diperkirakan akan memakan waktu berbulan-bulan untuk setiap aplikasi.

China mendorong pemudanya untuk menempuh pendidikan tinggi di bidang teknologi ke negara maju. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA