Najib Kesal Diperlakukan Bak Maling

Merasa Dipolitisir

Selasa, 22 Mei 2018, 09:50 WIB
Najib Kesal Diperlakukan Bak Maling
Najib Razak/Net
rmol news logo Bekas Perdana Menteri Malaysia Najib Razak kesal dengan berbagai tuduhan yang dilayangkan kepadanya. Dia merasa diperlakukan bak maling sepekan terakhir.

Menurut Najib, selama men­jabat dia sama sekali tidak per­nah mencuri uang rakyat.

"Saya tidak mencuri. Orang-orang di sini tahu saya tidak mencuri selama 42 tahun saya memimpin," terang Najib saat menghadiri rapat anggota Par­tai rganisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) di Penang, Malaysia, Minggu (20/5).

Dia menuding kasus ini dibuat sebagai serangan politik untuk menghancurkan citranya dan UMNO, serta koalisi Barisan Na­sional yang pernah dipimpinnya.

"Saya menjadi sasaran karena saya adalah perdana menteri dan pemimpin partai politik. Jadi jika nama saya tercoreng, otomatis nama UMNO juga tercoreng," cetusnya.

Dia menyebut bahwa dirinya ikhlas menyerahkan tampuk kekuasaan kepada Mahathir Mohamad.

"Ada orang-orang yang mengatakan bahwa saya tidak akan menyerahkan kekuasaan secara damai. Tapi itu tidak terjadi," lanjutnya.

Najib bertekad akan terus memperjuangkan UMNO meski tak lagi menjadi pemimpinnya dan Barisan Nasional tidak lagi mengendalikan Putrajaya.

"Saya siap menerima keka­lahan dengan hati terbuka tapi kami harus terus berjuang untuk rakyat, dan menunjukkan ke­pada rakyat bahwa kami tulus," tukasnya.

Hasil pemilu Malaysia 2018 memang mengejutkan. Paka­tan Harapan yang dinakhodai Mahathir sukses merebut 121 kursi parlemen. Akibatnya, tahta Barisan Nasional selama enam dekade tumbang.

Koalisi Pakatan Harapan juga memenangkan pemilu di enam negara bagian, yaitu Penang, Selangor, Malaka, Negeri Sem­bilan, Johor dan Kedah.

Kini, Najib menghadapi teka­nan atas tuduhan kasus korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Penggeledahan rumah dan apartemennya pun telah di­lakukan sejak pekan lalu. Polisi menyita 234 kotak yang berisi tas mewah, uang dan perhiasan. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA