Dia dituduh antisemitisme setelah mengatakan bahwa penindasan historis orang Yahudi Eropa telah disebabkan oleh perilaku mereka, bukan oleh agama mereka.
Hal itu membuat geram Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu serta pihak Uni Eropa dan Amerika Serikat.
Menanggapi banyaknya kecaman, Abbas jelang akhir pekan ini mengatakan bahwa dia menolak antisemitisme dalam segala bentuknya. Dia juga menyebut Holocaust sebagai kejahatan paling keji dalam sejarah.
"Jika orang tersinggung dengan pernyataan saya di depan PNC (Dewan Nasional Palestina), terutama orang-orang yang beragama Yahudi, saya minta maaf kepada mereka. Saya ingin meyakinkan semua orang bahwa itu bukan niat saya untuk melakukannya, dan untuk menegaskan kembali rasa hormat saya sepenuhnya untuk iman Yahudi, serta agama monoteistik lainnya," kata Abbas dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya di Ramallah seperti dimuat
The Guardian.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: