Direktur badan penerbangan PBB akan mengunjungi Korea Utara minggu depan untuk membahas permintaan Pyongyang untuk membangun rute udara ke Korea Selatan.
Menurut keterangan yang dirilis PBB jelang akhir pekan ini, Pejabat dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional PBB (ICAO) akan melakukan'misi gabungan untuk mempertimbangkan proposal tersebut.
"Direktur Regional Asia dan Pasifik ICAO, Arun Mishra, akan melakukan misi bersama dengan Direktur Navigasi Udara ICAO, Stephen Creamer, ke Korea Utara minggu depan, di mana permintaan ini akan dibahas lebih lanjut di antara navigasi udara lainnya dan masalah keamanan," kata Anthony Philbin, kepala komunikasi ICAO, mengatakan dalam sebuah pernyataan.
Permintaan awal dikirim ke Kantor Regional Asia dan Pasifik ICAO oleh Administrasi Umum Penerbangan Sipil Korea Utara pada Februari lalu, meminta rute udara baru antara kedua negara. Permintaan telah didukung oleh otoritas udara dari Selatan.
Saat ini, tidak ada transportasi udara langsung antara Korea Utara dan Korea Selatan. Ada beberapa penerbangan charter antara Seoul dan Pyongyang pada pertengahan 2000-an, tetapi mereka berhenti beroperasi karena hubungan yang tegang antara kedua negara.
Penerbangan charter yang dipermasalahkan digunakan oleh turis dan memisahkan keluarga Korea untuk bertemu dengan kerabat di seberang perbatasan. Layanan semacam itu dihentikan dengan berakhirnya apa yang disebut Kebijakan Sinar Matahari oleh Korea Selatan pada tahun 2008.
[mel]
BERITA TERKAIT: